82143696_10157737236317969_8958597512193638400_n

Setelah bergulirnya agenda reformasi dua dekade yang lalu, iklim demokrasi Indonesia mengalami banyak perkembangan diantaranya yakni terinstitusionalisasinya 30% kuota untuk perempuan terlibat aktif di kepengurusan partai politik dan menjadi kandidat anggota legislatif, serta munculnya partai politik baru dengan agenda kebijakan yang beragam sebagai semangat perwakilan kepentingan masyarakat.

Pun demikian, perkembangan ini masih mengalami beberapa tantangan seperti cita-cita jumlah minimum 30% perempuan dalam parlemen ini belum sekalipun tercapai sejak didorong lewat kuota 30% caleg perempuan. Selain itu, tantangan implementasi garis-garis besar perjuangan partai menjadi kebijakan sektoral di eksekutif dan legislatif juga masih mengalami kendala baik internal maupun ekternal. Publik juga belum mendapatkan informasi yang mencukupi tentang program perjuangan partai. Padahal informasi tersebut penting sebagai upaya penguata parpol dan keterikatan pemilih dengan partai.

Berdasarkan hal tersebut, The Conservatives (Partai Konservatif di Inggris melalui program di Indonesia) bersama dengan kantor Westminster Foundation for Democracy (WFD) memandang perlu untuk membagikan pengalamannya di dua isu utama tersebut. Bekerjasama dengan partai partai politik yang memiliki kursi di DPR periode ini, partai konservatif bermaksud membagikan pengalamannya, utamanya menggandeng dua unit partai konservatif: Conservatives Woman Organization (CWO) dan Conservatives Policy Forum (CPF).

Untuk menyasar tantangan implementasi garis-garis besar perjuangan (manifesto) partai di Indonesia, termasuk upaya membumikan manifesto tersebut, The Conservatives bekerjasama dengan LANSKAP Indonesia memulai kerjasama dengan 4 (empat) partai politik yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan bangsa (PKB), Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Inisiatif ini akan terus dilanjutkan oleh The Conservatives dan LANSKAP Indonesia sampai semua partai politik di Indonesia yang berada di parlemen (DPR/MPR) semakin membuka diri untuk mendiskusikan manifesto partai politik dan bagaimana partai politik berusaha membumikan menifesto tersebut kedalam kebijakan-kebijakan yang dibuat atau diusulkan baik dalam tataran partai, eksekutif, maupun legislatif.

***

Dokumentasi foto:

82542859_10157737232487969_2146394336919552000_n
LANSKAP Indonesia dan The Conservatives – Indonesia bersama Sekjen dan Pengurus DPP PPP
82143696_10157737236317969_8958597512193638400_n
Bersama dengan Wakil Ketua Umum PKB, M. Hanif Dhakiri
82614395_10157737236202969_7956763301973590016_n
Bersama dengan Wakil Ketua Umum PKB, M. Hanif Dhakiri
82338031_10157737230847969_717461616643276800_n
Bersama Wasekjen PDIP, Arif Wibowo
83515616_10157737231237969_4736338489186975744_o
Berdiskusi mengenai Manifesto PDIP dengan Wasekjen PDIP, Arif Wibowo
82943753_10157737233947969_7599577668266229760_n
LANSKAP Indonesia berdiskusi mengenai manifesto PPP bersama Sekjen dan Ketua DPP PPP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s